Jumat, 27 Desember 2013

Harapanmu Sesungguhnya adalah Harapan Orang Lain disekitarmu

"Jangan pernah menyia-nyiakan harapan orang-orang disekitarmu kepadamu karena sesungguhnya harapan-harapan dari mereka lah yang membuatmu bisa bertahan sampai hari ini"


      Setiap orang sebenarnya senantiasa hidup diatas harapan orang lain, hanya saja terkadang kita tidak menyadarinya dan menganggap bahwa apa yang kita lakukan dan dapatkan sekarang adalah hasil kerja kita sendiri. Mungkin tidak salah juga apabila mindset yang terbentuk di dalam diri kita itu karena pada kenyataannya apa yang kita capai sampai saat ini adalah hasil dari usaha yang kita lakukan sendiri. tapi saya pada kesempatan kali ini akan coba berbagi beberapa hal mengenai harapan diri kita dan orang-orang lain disekitar kita 
         Yang pertama adalah, kita seringkali tidak sadar bahwa kita seringkali hidup diatas harapan orang lain yang turut menggerakkan diri kita untuk mengeluarkan usaha kita. saya akan ambil contoh yang paling utama yaitu orang tua kita. bagi saya pribadi, harapan orang tua saya adalah penyebab utama saya bisa sampai di titik ini sekarang. ketika kecil, kita belum tau mana yang benar dan salah, kita belum tau mau jadi apa kita, dan kita belum tau apa yang harus dilakukan untuk bisa bertahan hidup nanti. dan disinilah orang tua kita muncul dan mengarahkan kita dengan harapan-harapan mereka mengenai kehidupan yang mereka pahami.
      Yang kedua adalah, Tidak ada manusia di dunia ini yang bisa hidup tanpa harapan. Bayangkan saja bagaimana nantinya kehidupan kita seandainya kita sama sekali tidak tau dan belum benar-benar memahami apa yang ingin kita capai di masa depan. pasti akan sulit juga untuk merancang usaha dan langkah yang harus kita ambil nantinya untuk menatap masa depan itu. ini sama halnya dengan kita naik kapal yang kita tidak tau mau berjalan kemana kapal kita ini nantinya. kalau kita tidak tau tujuan kapal ini, bagaimana kita bisa menggerakkan kapal menuju tempat tujuan kita itu? disinilah harapan orang disekitar kita itu penting. kalo diibaratkan dengan kapal tadi. harapan orang-orang ini adalah harapan dari para penumpang kapal atau harapan dari orang-orang yang melihat kapal itu meninggalkan pelabuhan. orang-orang itu pasti ingin kapal ini bisa sampai di tempat tujuan yang diharapkannya. dan hal inilah yang akan membuat diri kita mencari cara untuk mencapai tujuan itu atau dengan kata lain mulai memunculkan harapan kita sendiri beserta cara untuk mencapai harapan tersebut
      Yang ketiga dan terakhir adalah harapan diri kita tentang masa depan kita memang penting, tapi sesungguhnya yang akan membuat kita lebih banyak mengeluarkan usaha kita adalah harapan orang-orang lain disekitar kita. semakin banyak orang yang memiliki harapan tinggi pada diri kita, hal ini akan cenderung membuat kita mengeluarkan usaha lebih untuk bisa memenuhi harapan orang-orang tersebut.

karena kita bukanlah orang-orang yang "jatuh dari langit". kita bisa sampai hari ini dengan berbagai pencapaian kita adalah karena dukungan dan harapan orang lain terhadap diri kita. 

Sabtu, 23 November 2013

Pembentuk Sukses Kita Di Masa Depan

"Masa lalu bukanlah sesuatu yang pantas untuk kita lupakan begitu saja, karena masa lalu sebenarnya turut membentuk kesuksesan yang akan kita capai di masa depan"



Setiap orang di dunia ini pasti punya memori masa lalu. Memori masa lalu itu bisa berupa dua macam, yaitu masa lalu yang indah atau yang buruk. Masa lalu yang indah merupakan masa lalu yang ingin selalu dikenang oleh diri kita hingga seterusnya karena masa lalu yang indah cenderung mampu memotivasi diri kita jadi lebih baik di masa depan dan membuat kita bersemangat ketika mengingatnya. Selain masa lalu yang indah, ada pula masa lalu yang buruk yang justru oleh sebagian besar orang tidak ingin dikenang dan ingin dilupakan dalam memorinya. 

Memang wajar apabila banyak orang yang tidak ingin mengingat masa lalu yang buruk karena kadang dengan mengingat masa lalu yang buruk itu membuat kita tidak mampu mengambil langkah baru di masa depan. terutama apabila itu menyangkut hubungan antar manusia. mengingat seseorang yang berarti bagi kita namun kita sudah tidak bisa bersamanya akan membuat kita tidak bisa lepas dari bayang-bayang seseorang itu dan membuat kita sulit untuk merancang langkah di masa depan.

Ada orang yang bilang bahwa masa lalu itu tak perlu kita lupakan tapi jadikan pelajaran untuk menatap masa depan. Bagi kalian yang punya masa lalu yang berhubungan dengan seseorang tapi belum mampu melupakan pasti sangat susah untuk move on dan menjadikan yang telah lalu pelajaran untuk menatap masa depan karena bagaimanapun untuk melupakan seseorang yang pernah berarti bagi diri kita itu sangatlah susah, karena semakin keras kita berusaha untuk melupakan, akan makin sering pula memori itu muncul. itu sebabnya saya lebih merekomendasikan pada kalian untuk jangan dilupakan karena masa lalu sebenarnya tidak pantas kita lupakan apapun keadaannya. Karena seburuk apapun masa lalu kita itu akan tetap menjadi modal untuk menghadapi masa depan. Banyak orang-orang hebat di masa kini itu justru lahir dari keterpurukan di masa lalunya. mereka bangkit dari keterpurukan itu dan kemudian membulatkan tekad untuk membuat perubahan di masa depan. lantas apakah orang-orang hebat yang telah mampu bangkit tadi kemudian membuang masa lalunya yang buruk? tentu saja tidak. orang-orang hebat itu malah menceritakan pengalaman buruk masa lalunya pada orang-orang disekitarnya ketika dia ditanyakan resep kesuksesannya. ini membuktikan bahwa orang-orang itu tidak membuang masa lalunya yang buruk karena mereka merasa bahwa pengalaman masa lalunya itu bisa memotivasi orang-orang lain yang belum berhasil seperti dirinya. dan lagi-lagi ini membuktikan bahwa masa lalu yang buruk itu memang tidak pantas kita lupakan. saat ini kita mungkin berusaha keras untuk melupakannya, tapi ingatlah bahwa ketika kita telah mampu bangkit dan mendapatkan kesuksesan nanti, kita akan mengingat masa lalu kita yang buruk dan tersenyum bangga karena kita telah mampu melewatinya.


Jadi buat kalian yang sampai saat ini masih gagal Move on dari masa lalu, tidak perlu berusaha terlalu keras untuk melupakan masa lalu karena semakin keras kamu berusaha melupakan, pasti bayangan masa lalu itu akan makin sering muncul. jalani saja apa yang ada saat ini, belajar dari masa lalu sehingga keburukan di masa lalu tidak terulang lagi dan tunggu sampai terjadi perubahan dalam roda kehidupanmu karena pada saat itulah kamu akan bisa benar-benar sadar bahwa masa lalu itulah yang telah menuntunmu sampai sejauh ini :)

Minggu, 17 November 2013

#MesakkebangsakuMLG : Ketika Tawa Sederhana, Menjadi Semangat Yang Membahana


Dua hari yang lalu saya berkesempatan untuk hadir langsung dan melihat Standup Comedy Tour special #MesakkeBangsaku dari Panji Pragiwaksono (@Pandji) di Malang. Tur ini akan dilaksanakan di 14 kota di seluruh indonesia yang didukung penuh oleh @smartfrenworld. Karena Pandji adalah salah satu comic idola saya, maka saya pun tidak mau menyia-nyiakan kesempatan untuk melihat penampilannya langsung di Malang dan alhasil tiket pun langsung ada ditangan sehari setelah saya mendapatkan info mengenai pelaksanaan acara ini di kota Malang dari akun twitter Bang @Pandji. Proses pembelian tiket yang cukup cepat ini wajar karena memang saya membeli tiket secara online di tikettawa.com 
Dan hari yang dinantikan pun akhirnya tiba. Jujur saja, baru kali ini saya berkesempatan menyaksikan Stand Up Comedy secara langsung karena biasanya saya hanya bisa melihat melalui televisi saja dan sepertinya memang baru kali ini malang disambangi langsung oleh @Pandji yang sebenarnya telah melakukan dua kali Tour Stand Up Comedy keliling indonesia sebelum Mesakke Bangsaku ini yaitu Merdeka Dalam Bercanda dan Bhineka Tunggal Tawa. jadi, rasanya wajar juga kalau saya benar-benar tidak sabar dengan acara ini walaupun jam masih menunjukkan pukul 18.15 dan panggung masih kosong.


Waktu pun akhirnya menunjukkan pukul 19.00 tepat yang menandakan bahwa pertunjukkan akan dimulai. saya sudah menduga acara akan berjalan dengan ontime karena bang pandji sendiri melalui akun twitternya sering mengatakan bahwa dia selalu berusaha tepat waktu dalam penampilannya karena dia ingin menghargai dan mengapresiasi mereka yang sudah datang tepat waktu. ini nih yang harus dicontoh pemuda indonesia. Kita harus belajar mengapresiasi dan menghargai orang-orang disekitar kita dari hal yang sederhana sekalipun, yaitu dengan hadir tepat waktu.
acara dimulai oleh dua comic pembuka dari @standupindoMLG yang unik dan kocak, kemudian dilanjutkan oleh comic local yang terpilih untuk membuka acara ini yaitu Abdur (@Anaklamakera) yang sangat berhasil membuat penonton tertawa membahana dengan cerita-cerita mengenai kondisi di timur indonesia. Kemudian dilanjutkan lagi oleh Bang Barry Wiliem (@Jekibarr) yang membawakan materi dengan gaya curhat ala mahasiswa banget yang tentunya mempu mengocok perut sebagian besar penonton yang memang merupakan mahasiswa di beberapa kampus yang ada di Malang. Dan akhirnya tibalah saat yang dinantikan yaitu penampilan selanjutnya yang juga penampilan utama pada tur kali ini, yaitu penampilan dari Bang @Pandji

Naik ke panggung dengan tepuk tangan ratusan penonton yang hadir, Bang @Pandji memulai Stand Up nya dengan bercerita berbagai masalah yang masih mendera negeri ini mulai dari kaum minoritas, politik, hingga hal-hal tabu yang mungkin jarang dibahas oleh banyak orang sambil ditemani secangkir kopi. Mungkin selain humor didalamnya, secangkir kopi inilah bagi saya kunci yang membuat apa yang dibawakan oleh bang pandji malam itu terasa ringan dan menyenangkan meskipun tetap berbobot. Saya sebagai penonton serasa dibawa pada sebuah perbincangan sederhana dengan teman saya di sebuah warung kopi dengan suasana malam santai, penuh dengan canda tawa namun penuh dengan filosofi dan pandangan luas mengenai permasalahan-permasalahan di negeri ini.
Seluruh penampilan yang ada di Tour #MesakkebangsakuMLG dan juga sekitar 300an lebih penonton pada malam ini menjadi saksi ketika tawa yang sederhana bisa menjadi semangat yang membahana. Saya yakin tawa kami malam itu bukan hanya sekedar tawa biasa tapi merupakan tawa yang menumbuhkan keprihatinan kami terhadap kondisi bangsa ini beserta semangat kesadaran untuk ikut melakukan perubahan di dalamnya. Keyakinan saya ini cukup besar karena memang materi yang dibawakan bang @Pandji adalah permasalahan keseharian yang dekat dengan kita namun selama kita jarang memperhatikannya. Hal ini seakan mengingatkan pada diri saya pribadi bahwa melihat dan peduli hal-hal kecil di lingkungan sekitar kita itu perlu dan penting agar kita bisa memahami sebuah permasalahan dengan lebih bijak dan tau apa yang harus kita lakukan untuk membantu menyelesaikan sebuah permasalahan yang ada di sekitar kita tadi. Kunci utamanya adalah care atau peduli. Permasalahan di negeri ini tidak akan bisa diselesaikan apabila kita sebagai generasi mudanya tidak mau peduli. Stand Up Malam ini melalui materi guyonan yang dibagikan kepada penonton malam ini mengajarkan bahwa kita harus peduli terhadap permasalahan yang ada, bukan menjauhi atau bahkan bersikap apatis.

Setelah berStandUp selama hampir 1,5 jam, Bang Pandji pun mengakhiri pertunjukkannya di Kota Malang. tepuk tangan meriah dan standing ovation dari penonton pun menemani akhir pertunjukan ini. Setelahnya sesuatu yang tidak biasa pun terjadi di gedung, yaitu Bang Pandji memberikan kesempatan pada seluruh penonton yang ada di gedung untuk antri dan foto bersama dirinya. sungguh merupakan hal tidak biasa yang terjadi dalam sebuah pertunjukan di negeri ini. Dan inilah foto saya dengan bang @Pandji yang kebetulan sedang menggunakan kaos #Mutiarahati yang memang sesuai dengan web pribadi saya ini



Saya pernah mendengar sebuah pepatah yaitu "tertawa berlebihan dapat mematikan hati". Namun dalam pertunjukan kali ini, saya percaya bahwa tertawa berlebihan kami di malam itu dapat menyadarkan hati kami bahwa di negeri ini masih banyak permasalahan yang membutuhkan kesadaran dan perhatian kami sebagai generasi muda. Jadi, bagi kalian yang berasal dari kota tujuan tur berikutnya, sangat disayangkan apabila acara ini dilewatkan. :) Terimakasih pada seluruh pihak-pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara ini mulai dari Bang @Pandji , @AnakLamakera , @Jekibarr dan juga terimakasih banyak untuk @smartfrenworld dengan slogannya "We Live Smart and We Hate Slow" yang mendukung penuh acara ini hingga sampai di kota saya. Saya yakin kalian semua adalah saksi perubahan generasi muda bangsa ini di masa depan. 

Jumat, 15 November 2013

Situs Jejaring Sosial antara Media milik Sosial dan Media milik Pribadi

"Apa yang kita pikirkan saat ini, kadang bukanlah solusi yang benar-benar kita butuhkan untuk masa depan "



      Saya akan mulai membahas pemahaman saya mengenai salah satu situs jejaring sosial yang populer di masyarakat saat ini, yaitu facebook. Sebagaimana yang sudah dipahami oleh masyarakat bahwa Facebook adalah sebuah situs jejaring sosial yang membantu kita untuk mampu terhubung dengan orang lain di tempat lain. terhubung disini bisa dengan berbagi cerita di wall, berbagi apa yang dirasakan dengan update status ataupun dengan chat secara langsung dengan fitur facebook chat. sampai disini saya sebagai salah satu pengguna nya pun sepakat bahwa pendiri situs jejaring ini yaitu Mark Zuckerberg adalah orang yang luar biasa karena bisa membuat orang-orang yang telah lama terpisah dapat kembali bertemu dalam sebuah situs yang sangat interaktif dan bisa mendukung komunikasi yang efektif antara satu orang dengan yang lain. karena memang kenyataannya situs ini membuat saya bisa tetap terkoneksi dengan teman-teman saya yang berada di tempat lain.

      Situs jejaring sosial lain yang juga populer adalah twitter. situs ini menurut saya juga tidak kalah hebat dan tidak kalah bermanfaatnya apabila digunakan dengan cara yang tepat dan benar. Pernah dengar pepatah "berkumpullah dengan orang hebat apabila kamu ingin menjadi seseorang yang hebat?" nah bagi saya twitter adalah salah satu alat murah yang bisa mewujudkan pepatah tersebut. kita bisa memfollow orang-orang hebat di indonesia ataupun dunia dan kemudian mempelajari apa yang mereka lakukan lewat apa yang mereka twit kan sepanjang harinya. dengan begitu aura dan pemikiran orang-orang hebat tadi pasti bisa menular ke diri kita tanpa tidak kita sadari

      Sayangnya, saya melihat ada fenomena menarik lain yang terjadi di masyarakat mengenai penggunaan media sosial ini dalam kehidupan sehari-hari. Saya mulai melihat sisi lain dari media sosial twitter dan facebook, yaitu twitter dan facebook bukan sebagai media sosial yang positif dan efektif, melainkan sebagai media pribadi tempat menumpahkan kekesalan yang kemudian diumbar ke publik. Tanpa sadar kita seringkali melihat curhatan pribadi di media sosial, mulai dari masalah pribadi hingga masalah keluarga dan pertemanan yang kemudian oleh pemiliknya dituliskan dalam status media sosialnya. Mungkin untuk melepas rasa kesalnya pada permasalahan yang menderanya, sang pemilik status memilih untuk melampiaskan kekesalannya pada apa yang ada disekitarnya seperti media sosial itu tadi. Tidak salah memang, tapi alangkah lebih bijaksananya apabila pelampiasan tersebut diarahkan pada hal-hal lain yang lebih positif. Memang ada beberapa orang yang setelah melampiaskannya dengan update status dia sudah merasa lega dan lepas dari masalah itu, namun sesungguhnya itu hanya akan berdampak negatif pada diri mereka sendiri di kemudian hari karena bagaimanapun permasalahan yang kita hadapi saat ini ada kalanya merupakan hal pribadi yang tidak selalu bisa diumbar ke publik. 

      Mungkin memang cukup sulit untuk membedakan penggunaan situs jejaring sosial milik pribadi. ada yang berpendapat bahwa karena itu akun milik kita pribadi, maka itu menjadi media pribadi kita untuk menunjukkan ekspresi pribadi kita. Namun keadaan itu tetap harus kita pahami dengan bijaksana karena bagaimanapun, pada dasarnya situs jejaring sosial adalah situs yang menghubungkan diri kita dengan orang lain sehingga hal-hal didalamnya pada dasarnya tetaplah difungsikan untuk menghubungkan kita dengan orang banyak dan bukan untuk kepentingan pribadi kita. 

      Terkadang kita memang merasa perlu melampiaskan kekesalan kita pada sesuatu, tapi kita harus ingat bahwa sebagai manusia yang penuh dengan keterbatasan, bisa saja apa yang ada dalam pikiran kita dalam suatu waktu itu hanya berupa solusi jangka pendek dan bukan solusi yang benar-benar kita perlukan seperti kebiasaan mengupdate kemarahan kita pada sebuah media sosial yang ujung-ujungnya hanya akan memperlihatkan kelemahan diri kita pada orang lain disekitar kita.
      Karena solusi yang kita butuhkan dalam setiap permasalahan kita itu tidak akan pernah muncul ditengah amarah dan perasaan kesal kita, namun dia ada dalam ketenangan dan kesabaran hati kita ketika menghadapi permasalahan yang ada :)

Mungkin itu sedikit kisah yang bisa saya bagi pada kesempatan kali ini dan semoga bermanfaat :)

Sabtu, 26 Oktober 2013

Kesederhanaan Inspirasi dalam Kehidupan Kita


"Inspirasi itu sederhana karena dia ada dimana saja asalkan kita mau meluangkan sedikit waktu kita untuk belajar memahaminya"

Pernahkan kalian mendengar kata inspirasi?
Menurut beberapa literatur yang pernah saya baca, inspirasi memiliki banyak makna, beberapa diantaranya, yaitu
Inspirasi adalah Sebuah tujuan dalam kehidupan kita yang akan membawa kita pada suatu motivasi dan kebahagiaan tersendiri dalam kehidupan kita
Inspirasi adalah percikan ide-ide kreatif yang waktu dan tempatnya jarang anda kenali,
       Saya sendiri mencoba memaknai sebuah inspirasi adalah sebuah ide, gagasan atau pandangan yang kita dapatkan dari lingkungan kita yang membuat kita termotivasi untuk melakukan sesuatu dengan lebih baik 
Biasanya ketika mendengar kata inspirasi, mayoritas diantara kita akan langsung teringat dan membayangkan para motivator-motivator yang sering membawakan acara motivasi di televisi seperti mario teguh contohnya. dengan gayanya dan nada bicaranya yang sangat khas dan penuh kharisma, ditambah lagi dengan kata-kata indah yang sering diungkapkannya pada penonton di studio maupun di rumah yang sedang menonton acara yang dibawakannya seringkali mengundang decak kagum. 
       Saya termasuk orang yang terpukau melihat para motivator di dunia memperlihatkan kemampuannya dalam memotivasi seseorang sehingga bisa menjadi pribadi yang lebih baik. Bagi saya, cara para motivator menggambarkan apa yang mereka rasakan melalui lisan mereka sehingga menjadi kalimat yang mampu masuk dalam hati pendengarnya sungguh luar biasa. tidak banyak orang yang mampu melakukannya. mungkin inilah sebabnya profesi sebagai motivator terkenal masih menjadi profesi yang cukup menjanjikan secara finansial. terlebih lagi, tidak banyak motivator yang benar-benar mampu menggugah hati seseorang.
       Kekaguman saya terhadap sosok motivator ini terbilang wajar karena cukup banyak kata-kata motivator ternama yang masih saya ingat dan bermanfaat dalam kehidupan saya hingga hari ini. Namun, dengan berjalannya waktu dan kedewasaan diri saya, makin banyak yang saya pahami dalam hidup ini, termasuk pemahaman diri saya mengenai inspirasi yang menjadi topik utama dalam tulisan ini. hingga akhirnya saya menyadari sebuah hal baru yaitu "inspirasi itu sederhana". Dibilang sederhana karena sebenarnya dia ada setiap hari disekitar kita tanpa kita perlu menyimak motivator-motivator besar yang ada di dunia. inspirasi itu sederhana karena dimanapun kita berada,sesungguhnya inspirasi itu senantiasa mengikuti kita karena inspirasi kita itu sesungguhnya ada di dalam hati kita sendiri. inspirasi itu sederhana karena untuk memperolehnya kita tidak perlu mengeluarkan uang yang kita miliki sepeserpun. cukup dengan mengubah sudut pandang kita terhadap sebuah keadaan,maka inspirasi itu kadang akan muncul dengan sendirinya. Tidak percaya?
  1. Memang benar bahwa kadang kalimat dari motivator terkenal bisa berdampak pada seseorang, tapi bagaimana apabila hati seseorang itu tidak terketuk dan tidak merasakan apa-apa walau sudah diberikan kalimat-kalimat inspiratif? apakah seseorang masih disebut terinspirasi?
  2. Memang benar bahwa kadang motivator yang berpengalaman seringkali memahami sebuah kehidupan lebih baik ketimbang penonton yang menyimak acara training motivasinya. namun apabila penonton tadi tidak sependapat dengan pendapat trainer, apakah mereka akan mampu terinspirasi?
  3. Memang benar bahwa motivator seringkali memiliki solusi-solusi yang baik dan jitu bagi permasalahan kehidupan kita, namun bagaimana apabila konteks permasalahan yang diungkapkan tidak bisa dihadapi dengan solusi yang sama menurut motivator. bukankah kehidupan manusia memiliki permasalahannya masing-masing yang tentu saja tidak bisa disamaratakan?

        Saya tidak bermaksud untuk mendeskreditkan profesi motivator karena bagaimanapun mereka tetap memiliki andil yang besar dan positif bagi mereka yang terinspirasi para motivator tersebut termasuk saya.
namun yang ingin saya bagikan disini adalah pemahaman saya mengenai inspirasi itu sederhana. tidak perlu mengundang motivator untuk menyelesaikan setiap permasalahan kita. karena motivator terbaik bagi diri kita sesungguhnya adalah diri kita sendiri.. Tidak percaya (Lagi)? 
       Sebelum saya menjawab ketidakpercayaan rekan-rekan pembaca terhadap dua paragraf sebelumnya, saya akan mencoba bertanya. pernahkan rekan-rekan bertanya pada orang lain di sekitar mengenai siapa saja sosok yang menginspirasi mereka? jika pernah, maka sesungguhnya teman-teman pasti tau siapa sosok paling populer yang menjadi inspirasi mereka masing-masing. sosok populer ini bukanlah motivator terkenal yang kita harus mengeluarkan uang kita untuk mendengarkan mereka memberikan masukan pada kita dengan berbagai kebijaksanaannya. sosok ini tidak lain adalah orang tua kita masing-masing. benar tidak? 
Saya berpendapat demikian karena saya sendiri sudah beberapa kali membuat penelitian kecil-kecilan mengenai siapa sosok menginspirasi bagi setiap orang. jawaban yang muncul beragam. namun kita yang beragama islam, biasanya dominan menjawab Nabi Muhammad yang menjadi sosok inspirasi mereka. di urutan kedua barulah biasanya nama orang tua mereka masing-masing akan muncul. ketika saya mencoba menelusuri sosok menginspirasi bagi orang-orang tua tersebut, mereka menjawab orang tua mereka yang berarti kakek atau nenek kita dan begitu seterusnya. 
        Dari kisah saya diatas, kita bisa menyimpulkan bersama bahwa sosok paling menginspirasi bagi seorang anak adalah kedua orang tuanya yang notabene membesarkan dirinya mulai kecil hingga dewasa. saat ini kita mungkin belum beranjak dewasa atau belum memiliki anak, namun ingatlah bahwa suatu hari kita juga akan memiliki seorang anak yang akan kita bimbing dan motivasi setiap harinya. ini membuktikan satu hal penting, yaitu dalam diri kita masing-masing sebenarnya tersimpan potensi sebagai sosok seorang motivator ulung yang siap menginspirasi banyak orang apabila kita mau mengeluarkan potensinya dengan maksimal. kalaupun kita tidak mengeluarkan potensinya secara maksimal, minimal kita tetap bisa memberikan inspirasi bagi anak-anak kita nantinya. 
       Terakhir, saya akan menegaskan kembali bahwa inspirasi itu sederhana karena kadang kita hanya tinggal mengubah cara pandang kita terhadap sesuatu,maka itu akan jadi sumber inspirasi.
salah satu contohnya adalah pernahkah rekan-rekan melihat anak jalanan/pengamen di pinggir jalan? apa yang rekan-rekan pikirkan tatkala melihat anak-anak tersebut? lusuh, kumal, nakal, tidak sopan? apa lagi? banyak memang pikiran negatif ketika melihat anak-anak jalanan. sekarang coba ubah cara pandang kita terhadap anak jalanan tadi. pernahkah rekan-rekan membayangkan bahwa di usia yang seharusnya mereka sekolah tapi mereka malah berada di jalanan? pernahkah rekan-rekan membayangkan bahwa di usia mereka yang merupakan usia yang masih gemar bermain dengan teman seumuran tapi mereka malah harus mencari uang di jalan? pernahkah rekan-rekan membayangkan kehidupan yang anak jalanan hadapi setiap harinya yang penuh dengan kekerasan? tapi anak-anak jalanan itu tidak pernah mengeluh bahwa hidup mereka sulit. mereka tak pernah bersedih karena hidup mereka penuh dengan kesulitan. mereka tetap tertawa di jalanan dengan segala kesulitan mereka. lantas bagaimana dengan kita yang hidup dengan banyak kelebihan dan keberuntungan ketimbang mereka. pantaskah kita mengeluh hanya karena hal-hal sepele?

Ilustrasi diatas hanyalah satu pengandaian bahwa anak jalanan yang kita pandang buruk sekalipun, kadang bisa menjadi inspirasi bagi perkembangan diri kita hanya dengan mengubah cara pandang kita terhadap sesuatu. Karena Inspirasi itu sederhana, maka sudah waktunya bagi kita untuk menyebarkan virus-virus inspirasi kita pada orang lain disekitar kita :) 

Selasa, 08 Oktober 2013

Manusia Realistis atau Percaya Pada Impian?

"Tidak ada mimpi yang terlalu tinggi, yang ada hanyalah usaha yang terlalu sedikit"


        Pada kesempatan ini, saya memulai tulisan kali ini kembali dengan sebuah petikan kalimat. namun yang berbeda kali ini adalah kalimat diatas ini bukan saya sendiri yang membuatnya. Kalimat tersebut saya dapatkan dari sebuah media online yang kebetulan sedang mengutip perkataan dari Sekjen PPI Belanda yang baru saja lengser dari jabatannya. Pertama kali membaca kalimat ini, langsung ada sesuatu yang terasa berbeda di hati saya. Kalimat serupa yang membahas mengenai mimpi atau impian memang sudah seringkali lewat di depan mata saya. namun kali ini, saya tidak hanya merasakan itu sebagai kalimat biasa, namun didalamnya rasa-rasanya menyimpan semangat berbeda dari beliau yang mengucapkannya yang kemudian sampai di relung hati saya. 
       Terlihat berlebihan memang ungkapan hati saya diatas tadi. tapi biarlah ungkapan "lebay" tadi saya tuliskan untuk mengawali kisah saya mengenai apa yang saya pikirkan ketika membaca kutipan mengenai impian yang juga menjadi kalimat pembuka tulisan saya kali ini. 

Menurut saya pribadi, manusia dalam memandang kehidupan yang dia jalani sehari-harinya terbagi dalam dua kelompok
  • Kelompok pertama adalah orang-orang yang memiliki pandangan bahwa hidup ini haruslah realistis. apa yang terlihat di depan ya itulah yang harus kita hadapi dan pikirkan. Kelompok pertama ini bisa dibilang adalah kelompok yang hanya percaya pada apa yang terlihat saja. segala sesuatu yang berbau abstrak dan tidak bisa dilihat saat ini ya mereka tidak akan percaya. Kehidupan orang yang masuk dalam kelompok ini cenderung mengalir saja dan mengikuti apa yang ada di depan mereka saat ini.
  • Kelompok kedua adalah orang yang percaya pada kemampuan mimpi mereka. bisa dibilang kelompok ini adalah kelompok yang sangat mempercayai impian mereka dan selalu yakin bahwa impian adalah sesuatu yang perlu mereka miliki untuk merancang kehidupan mereka di masa depan


       Lalu manakah diantara dua kelompok manusia tadi yang lebih baik untuk kita ikuti? percaya pada impian kita atau realistis pada apa yang ada di depan kita? Jawaban saya adalah setiap kelompok memiliki kelebihan,kekurangan dan konsekuensinya masing-masing. terbilang normatif memang (karena saya belum menyelesaikan tulisan saya ini). hehe :) yang ingin saya sampaikan pada tulisan kali ini bukanlah mana yang benar dan salah karena saya bukanlah Tuhan yang bisa menentukan mana yang benar dan mana yang salah. apa yang akan saya sampaikan kali ini adalah mengenai apa yang seharusnya kita lakukan ketika kita telah memutuskan untuk menjadi bagian dari salah satu kelompok yang sudah saya paparkan diatas. 
       Seperti yang sudah saya kutip di awal tulisan saya tadi, tidak ada impian yang terlalu tinggi,yang ada hanyalah usaha yang terlalu sedikit. yang menjadi poin utamanya menurut saya adalah di poin "usaha". inilah yang akan membedakan kehidupan orang yang realistis dan orang yang percaya pada impiannya.
       Orang yang realistis, juga bisa mendapatkan pencapaian yang luar biasa dalam kehidupannya apabila disela-sela realistis nya tersebut dia tetap mau memberikan usaha yang maksimal pada apa yang sedang dikerjakannya saat ini. hanya saja sampai saat ini banyak orang yang memberikan pandangan bahwa orang realistis cenderung melakukan sesuatu sekedarnya saja karena tidak melihat apa yang ingin dia capai di depannya dengan baik.padahal mereka yang realistis sesungguhnya memiliki potensi yang sama untuk berhasil dalam hidupnya. bukankah dalam hidup kadang kita juga butuh realistis agar kita tau seperti apa potensi kita saat ini dan kita juga tau apa yang seharusnya dilakukan untuk merancang langkah terbaik yang bisa dilakukan dengan kemampuan kita saat ini? jadi tidak ada ceritanya orang yang realistis itu tidak bisa berkembang seperti mereka yang percaya pada impian mereka.
       Begitu pula sebaliknya dengan bagi mereka yang percaya pada setiap impian mereka. percaya pada impian saja itu tidak cukup karena yang terpenting sesungguhnya adalah usaha yang kita lakukan setelah kita bisa meyakini impian-impian kita tersebut. tidak ada artinya juga kita percaya keajaiban mimpi seperti yang sering dituliskan dalam buku-buku tentang impian apabila kepercayaan kita tadi itu tidak membuahkan usaha yang maksimal dalam setiap upaya kita untuk mewujudkan impian tersebut. itulah yang menyebabkan kemudian muncullah istilah mimpi di siang bolong atau impian kosong. karena memang mimpi kita itu tadi tidak pernah kita wujudkan dalam bentuk usaha yang maksimal.

Jadi, sebuah kalimat untuk menutup tulisan saya kali ini adalah. "kita bisa memilih untuk menjadi orang yang realistis ataupun menjadi orang yang percaya mimpi, asalkan pilihan kita tadi itu didukung dengan usaha maksimal dalam apapun yang sedang kita kerjakan saat ini karena "usaha" yang maksimal itulah yang akan membuat kita menjadi pribadi yang luar biasa, terlepas dari apakah kita termasuk orang yang realistis ataupun optimis pada impian kita" :)

Jumat, 20 September 2013

Fokus pada proses atau hasil?

"Tidak perlu terlalu terpaku pada sebuah hasil karena yang perlu kita lakukan hanyalah fokus pada sebuah proses. nikmatilah prosesnya maka hasil terbaik akan selalu mengikuti setiap langkahmu"

Foto : Di pantai Papuma, Jember Jatim

        Seperti biasa, di awal saya akan mulai menuliskan sesuatu di web saya ini, saya selalu memulai kisahnya dengan sepenggal kalimat inspirasi yang saya dapatkan dalam sebuah kesempatan. tidak biasa memang memulai sebuah tulisan dengan penggalan kalimat seperti yang saya lakukan diatas karena biasanya para penulis-penulis yang berbakat lebih suka memulai tulisan mereka dengan pertanyaan, ataupun memulai langsung kisah mereka dengan penggalan percakapan. bagi saya,setiap penulis memiliki keunikan dan gaya bahasa nya masing-masing. dan saya pribadi lebih suka memulai gagasan utama dalam kisah saya dengan penggalan kalimat yang menurut saya mampu memotivasi diri saya lebih baik. 

       oke, tidak perlu terlalu lama berbasa-basi lagi karena saya akan segera memulai kisah yang saya alami beberapa waktu lalu. kisah ini bermula ketika ada rekan saya yang berkunjung ke rumah untuk berbincang beberapa hal mengenai agenda-agenda ke depan yang akan dijalankan bersama dengan saya. sambil mengobrol saya pun mencatat beberapa hal yang menurut saya penting di Laptop saya sembari mengecek web mutiarahati saya ini. rekan saya tadi pun berkomunikasi dengan saya sambil menyimak kegiatan yang saya lakukan di laptop saya ini. ketika melihat website saya ini, dia mendadak mengeluarkan pertanyanyaan kepada diri saya. pertanyaan yang intinya menanyakan mengenai sudah ke daerah mana saja saya diundang untuk berbagi motivasi karena rekan saya tadi melihat intensitas tulisan motivasi saya yang cukup aktif di berbagai media sosial ataupun website. Mendengar pertanyaan dari teman saya tadi, saya hanya tersenyum singkat sambil mendadak menemukan sebuah topik yang harus saya luruskan di website pribadi saya ini.
       Jujur saja, tulisan-tulisan saya di ranah media sosial memang cenderung untuk berbagi motivasi kepada orang-orang yang membaca tulisan saya. tulisan itu bukanlah bermaksud menggurui atau bahasa kasarnya "sok bijak" karena saya sama sekali tidak berharap akan pamer dari tulisan saya. saya hanya senang berbagi kepada orang-orang disekitar saya. ada sebuah kelegaan dan ketenangan tersendiri ketika saya berhasil menyelesaikan sebuah tulisan yang saya buat. harapan saya memang tulisan saya tersebut bisa bermanfaat bagi orang-orang disekitar saya. tapi kalaupun banyak yang kurang merasakan manfaatnya karena memiliki sudut pandang yang berbeda, maka bagi saya tetaplah tidak masalah karena yang terpenting saya sudah mencoba berbagi sehingga bisa menemukan kelegaan hati saya tadi. kalaupun ada rekan-rekan yang yang merasakan manfaatnya maka itu bagi saya adalah sebuah bonus pahala :)

        Kembali kepada pertanyaan teman saya tadi yang juga berhubungan dengan penggalan kalimat utama yang ada di awal tulisan saya kali ini. sudah diundang kemana saja untuk berbagi motivasi? jawaban saya dalam hati adalah saya sama sekali tidak pernah mengingatnya ataupun memikirkannya :) karena bagi saya, diundang untuk berbagi motivasi ke sebuah tempat hanyalah sebuah bonus dan bukan sesuatu yang menjadi tujuan akhir saya dalam berbagi kata-kata motivasi setiap harinya. Saya menulis karena saya ingin berbagi, suka berbagi dan berasa dengan berbagi saya mampu menemukan ketenangan diri. tidak ada sama sekali dalam pikiran saya untuk pamer ataupun menonjolkan "sok bijak" itu tadi. Memang dengan berjalannya waktu dan tulisan saya makin dikenal orang, ada beberapa pihak yang pernah meminta saya untuk berbagi. namun saya tidak terlalu memikirkan hal tersebut karena saya hanya fokus pada Proses yang saya jalani sekarang. apapun hasilnya. apakah saya banyak diundang orang untuk berbagi ataupun tidak bagi saya hanyalah sebuah bonus dan bukan tujuan utama saya dalam berbagi. dan memang saya harus mengakui bahwa fokus pada proses membuat saya merasakan lebih banyak manfaat ketimbang hanya fokus mengejar hasil agar dikenal orang tadi. dan yang lebih penting lagi, fokus pada hasil kadang hanya akan membuat diri kita lebih mudah putus asa ketika menghadapi sebuah kendala dalam perjalanan menuju hasil itu. karena ketika kita fokus pada hasil dan melihat banyak kendala di depan kita, maka yang terlihat di depan kita seakan-akan hanyalah jalan buntu. hal berbeda akan kita rasakan ketika kita fokus pada proses. fokus pada proses akan membuat kita tidak mementingkan hasil yang kita dapat. yang terpenting kita sudah berusaha, masalah hasil biarlah Tuhan yang menentukan segalanya. kalaupun kita gagal pada sebuah proses,akan ada banyak hal yang kita dapatkan yang bisa menjadi bekal untuk proses yang akan kita jalani selanjutnya.

Foto : Jalan Menuju Pantai Papuma

       Jadi bagi rekan-rekan saya yang memiliki impian tinggi di berbagai bidang, ada satu masukan saya dari pengalaman kisah yang saya ceritakan tadi. Kalian boleh bermimpi tinggi menjadi apapun, asalkan impian itu bukanlah impian yang membuat kalian melihat impian itu dengan kacamata kuda (fokus melihat ke depan tanpa melihat samping/prosesnya) 
Tetapkan satu impian, Rancang Proses yang bisa kalian lakukan untuk meraih impian itu dan fokuslah terus pada prosesnya. jangan hanya menyerah pada satu kendala atau kegagalan karena kendala atau kegagalan adalah bagian dari proses. gagal di satu proses adalah pembelajaran untuk melewati proses lainnya. apabila kalian benar-benar bisa fokus pada proses maka niscaya hasil terbaik akan benar-benar bisa kalian rasakan :)

Bukankah Hasil sesungguhnya selalu mengikuti proses? sehingga ketika proses kita tepat maka hasil yang tepat juga akan mampu kita dapatkan bukan? :)

Jumat, 06 September 2013

Mengelola Sebuah Persahabatan

"Mendapatkan seorang teman baru itu mudah, namun untuk mengelola dan menjalin hubungan baik dengan teman-teman kita itu yang tidak semudah ketika kita mendapatkannya. dibutuhkan usaha dan perhatian khusus untuk mengelola setiap sahabat yang hadir dalam hidup kita sehingga pada akhirnya mereka bisa menjadi pribadi-pribadi yang selalu siap mendukung dan menopang diri kita menuju setiap kesuksesan yang kita harapkan."



       Dalam keseharian kita, pasti ada teman atau sahabat yang setia menemani aktiftas kita sepanjang harinya. hal ini wajar karena manusia yang juga merupakan makhluk sosial sudah pasti membutuhkan manusia lainnya untuk menunjang berbagai aktifitas dalam kesehariannya tadi. sebagai seorang makhluk sosial, saya pun demikian. saya tidak pernah lepas dari yang namanya teman,kawan ataupun sahabat dalam setiap aktifitas saya sepanjang harinya. karena bagi saya, kawan-kawan saya, merupakan keluarga-keluarga kecil saya yang menemani setiap langkah dalam perantauan saya (baca lebih jelasnya di postingan saya sebelumnya). di tengah aktifitas saya sepanjang harinya, kehadiran dan berkenalan dengan teman-teman baru menjadi rutinitas unik yang selalu menarik untuk dikenang baik saat ini maupun masa depan nantinya.
       Makin banyaknya teman yang hadir dalam hidup kita sepanjang harinya di satu sisi merupakan hal yang membahagiakan bagi diri saya karena pada dasarnya saya adalah pribadi yang sangat senang berkawan. bagi saya dengan mengenal lebih banyak mengenai kawan-kawan saya, akan makin banyak hal-hal baru yang bisa kita pelajari dari mereka yang tentunya bisa berakibat positif apabila kita mampu memilah-milah mana teman-teman yang bisa berdampak positif pada perkembangan kita. namun disisi lain,kehadiran teman-teman baru yang makin banyak dalam kehidupan kita tentunya mengakibatkan konsekuensi tersendiri yang saya rasakan yaitu bagaimana mengelola teman-teman yang telah hadir dalam kehidupan kita tadi itu sehingga kita bisa senantiasa membina hubungan baik dengan mereka hingga seterusnya nanti. karena melihat fenomena saat ini, tidak jarang kita mendengar kisah atau curhatan dari seseorang mengenai dirinya yang ditinggalkan oleh sahabatnya karena satu dan lain sebab. mungkin banyak yang memandang perasaan sedih karena ditinggalkan seorang sahabat adalah sebuah hal yang berlebihan atau yang sering disebut dengan "lebay", namun menurut saya pribadi, ke "lebay" an mereka itu sesungguhnya merupakan sesuatu yang beralasan. karena manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri, sudah pasti seorang manusia itu pada dasarnya tidak bisa hidup sendiri dalam menjalani setiap harinya. mereka selalu membutuhkan rekan, sahabat, teman atau kawan untuk berbagi kisah, berbagi perasaan hingga berbagi motivasi untuk saling memperkuat diri. dan ketika mereka kehilangan orang yang sudah terbiasa berbagi dengan dirinya, sungguh akan menjadi pukulan telak bagi perasaannya karena mereka merasa kehilangan tempat untuk berbagi lagi.


       Kekhawatiran saya terhadap konsekuensi tersendiri terkait bagaimana mengelola seorang teman,kawan atau sahabat sebenarnya bukanlah tanpa alasan. Kekhawatiran ini muncul akhir-akhir ini selain karena intensitas pertemuan dengan orang-orang baru makin tinggi dan juga karena saya sendiri tanpa sengaja melihat momen persahabatan antara dua orang yang dulunya cukup kompak, namun karena karena satu pihak terlihat terlalu sibuk mencari kawan baru hingga kemudian waktu untuk kawan lama menjadi tidak tersisa, sehingga keduanya kemudian jarang bertemu dan kemudian sudah tidak pernah ada komunikasi kembali. sungguh merupakan sesuatu yang sangat disayangkan apabila kita tidak dapat mengelola kawan-kawan kita dengan baik karena kawan-kawan kita sesungguhnya merupakan sumber motivasi-motivasi kedua kita setelah keluarga di tengah perantauan kita dalam mencari jati diri.


mengelola kemerdekaan,jauh lebih susah daripada mendapatkan kemerdekaan
sama halnya dengan kalimat diatas, saya merasakan bahwa persahabatan itu seperti itu.
mengelola seorang sahabat jauh lebih sulit ketimbang ketika kita mendapatkannya.



       kita hanya perlu berkenalan dan ngobrol lebih jauh untuk mendapatkan teman atau sahabat baru. tapi untuk mengelola persahabatan membutuhkan proses dan usaha yang jauh lebih banyak ketimbang hal itu. dibutuhkan kesabaran dan perhatian khusus untuk menjaga tali silaturahim diantara kawan-kawan lama kita agar bisa tetap senantiasa terjaga. dan untuk menjaga tali silaturahim itu dibutuhkan konsistensi kita untuk selalu siap menampung keluhan dan pendapat teman-teman kita meskipun kadang pola pikir kita dan sahabat kita tidaklah sama. 


       Karena persahabatan atau pertemanan sesungguhnya adalah hubungan yang saling menguatkan, maka alangkah lebih baiknya apabila makin banyak orang, sahabat atau teman yang menguatkan diri kita. bukankah semakin banyak yg menguatkan diri kita, maka semakin kuat pula diri kita dalam menjalani kehidupan ini? :)

Sekedar informasi, tulisan saya kali ini terinspirasi dari perbincangan singkat dengan seorang sahabat di siang hari. sahabat saya yang satu ini kebetulan sempat melihat-lihat dan mengupdate informasi tentang sahabatnya di media sosial yang sudah lama tidak berkomunikasi dengannya karena satu dan lain hal. melihat tulisan saya diatas tadi, saya yakin pembaca sudah memahami apa yang saya maksudkan satu dan lain hal itu :) 
sekian tulisan saya pada kesempatan kali ini. semoga bermanfaat. 

Rabu, 28 Agustus 2013

Keluarga (Antara Hubungan Hati dan Hubungan darah)

Keluarga bukan hanya orang-orang yang memiliki hubungan darah dengan diri kita, karena keluarga yang sebenarnya lebih luas maknanya yaitu orang-orang yang memiliki hubungan hati dengan kita yang senantiasa mendukung setiap langkah kita 


        Beberapa hari lalu saya menyempatkan diri untuk pulang ke daerah yang membesarkan saya mulai TK hingga SMA. tidak lama memang waktu yang tersedia bagi diri saya untuk berjumpa dan melepas rindu dengan kedua orang tua dan adik-adik saya yang jumlahnya ada 5 orang itu. Namun setidaknya bisa sangat bermanfaat untuk mengisi kembali rongga-rongga motivasi dalam diri saya dari keluarga yang saya cintai ini. kesempatan yang cukup langka itu akhirnya tidak hanya menjadi ajang pertemuan dengan keluarga saya, melainkan juga saya manfaatkan untuk menjadi ajang yang tepat untuk bertemu dengan kawan-kawan lama saya di Jember. waktu untuk bertemu dengan kawan lama saya memang tidak banyak,namun setidaknya dari beberapa pertemuan itu, biasanya cukup banyak hal yang bisa didiskusikan mulai dari kisah mengenai kota perantauan,kesibukan sehari-hari, hingga rencana ke depannya di kota perantauan.
       Perbincangan dengan rekan saya di Jember beberapa waktu lalu itu mendadak menjadi sangat berkesan dengan pertanyaan dari rekan saya. pertanyaannya kira-kira seperti ini "kok kamu betah banget sih jarang pulang ke jember? padahal kan keluargamu di jember semuanya?".  pertanyaan ini memang sudah sering sekali dipertanyakan pada diri saya. dan karena pertanyaan ini sudah sering dipertanyakan pada diri saya namun saya tidak pernah punya cukup waktu untuk menjelaskan apa yang ada di pemikiran saya tentang hal tersebut, maka postingan ini akan coba saya bagi untuk menjawab pertanyaan dari kawan-kawan saya tadi. 
        Banyak teman saya yang berpendapat bahwa kesibukan saya di organisasi di kota perantauan lah yang membuat saya nyaris tidak pernah pulang ke daerah asal saya. hal ini memang tidak sepenuhnya salah, tapi sebenarnya saya memiliki alasan tersendiri kenapa hal ini bisa terjadi, yaitu karena itu adalah pilihan saya sendiri. penjelasan mengenai hal itu bisa dilihat di paragraf selanjutnya. :)


        Memang saya akui bahwa selama menempuh perkuliahan di Kota malang, jarang sekali ada waktu yang tersedia bagi diri saya untuk berkumpul dengan orang tua beserta adik-adik saya di jember. waktu yang tersedia di sela-sela kegiatan perkuliahan memang lebih banyak saya gunakan untuk mengikuti kegiatan organisasi dan kepemudaan di kampus hingga label sebagai seorang "aktivis" sempat diberikan oleh kawan-kawan di kampus. begitu pula hingga saat ini yang baru saja beberapa hari yang lalu saya pulang ke jember hanya sekitar 2 hari dan kemudian pun harus kembali ke malang karena sudah banyak kegiatan yang harus saya jalankan di malang. kadang ada orang yang memandang sangat jarangnya saya pulang ini sebagai gambaran kurang dekat dan kurang perhatiannya saya pada keluarga saya. padahal tentunya intensitas pertemuan tidak mengindikasikan dekat atau tidaknya seseorang itu pada keluarganya.


       Banyak orang yang memandang bahwa kesibukan pada sebuah kegiatan atau pekerjaan adalah sebuah hal yang mampu membuat diri kita melupakan keluarga kita. itu sebabnya di Jawa kita sering mendengar ungkapan "mending bekerja di jawa ketimbang di luar jawa. gaji sedikit tidak apa-apa, yang penting selalu dekat dengan keluarga". ungkapan ini mengindikasikan bahwa masih ada orang yang lebih mengedepankan kuantitas ketimbang kualitas pertemuan dalam sebuah keluarga. Saya sendiri memang jarang pulang dan bertemu orang tua saya, tapi saya tidak pernah merasa jauh dari keluarga saya. karena semangat, kepercayaan dan keyakinan keluarga saya pada diri saya sudah sangat melekat erat sampai-sampai kadang saya sudah bisa memperkirakan apa yang akan orang tua saya ungkapkan seandainya mereka bersama saya dalam sebuah situasi. dan hal itulah yang kemudian selalu menjaga diri saya ketika hidup sendirian dalam perantauan.


        Hari ini, sudah hampir genap 4 tahun diri saya dalam perantauan. 4 tahun ini, intensitas pertemuan saya dengan orang tua saya memang bisa dihitung dengan jari. hanya sekitar 4-7 kali mungkin. tapi tidak ada satu detik pun yang saya lewati dengan perasaan kesepian. Hal ini selain karena semangat orang tua saya selalu ada di hati, tapi juga karena saya percaya bahwa keluarga bukan hanya orang-orang yang memiliki hubungan darah dengan diri kita,tapi keluarga juga merupakan orang-orang yang memiliki hubungan hati dengan diri kita. di kota perantauan saya saat ini, saya merasa memiliki keluarga-keluarga kecil yang selalu setia memotivasi diri saya dengan kebersamaannya. selalu ada keluarga dalam organisasi-organisasi yang pernah saya ikuti yang sampai saat ini pun kami masih sangat dekat tidak hanya sebagai kawan dalam pekerjaan, namun juga kawan untuk main,berdiskusi,bercerita,sharing,menambah pengalaman,saling melindungi, saling memotivasi, saling menguatkan dan banyak hal positif lainnya. itulah sebabnya dalam 4 tahun ini, sama sekali tidak ada ruang sama sekali untuk kesepian dalam diri saya.



Jadi, bagi kawan-kawan yang mengedepankan kuantitas pertemuan dalam sebuah keluarga, namun saat ini belum bisa bertemu hingga merasa sangat kesepian, tidak perlu berkecil hati. perlu saya ingatkan bahwa keluarga itu bukan hanya mereka yang memiliki hubungan darah dengan kita, karena yang terpenting adalah hubungan hati :) ada banyak orang tua di negeri ini yang ternyata masih menyengsarakan anak-anaknya dengan melakukan kekerasan fisik dan psikis, sehingga hubungan darah bukanlah jaminan mereka akan membuat diri kita nyaman dan menjadi pribadi yang lebih baik. apabila ada kawan-kawan disekitar kita mampu membuat diri kita menjadi pribadi yang lebih positif, selalu mendukung kita dan senantiasa mengharapkan hal-hal yang baik bagi diri kita maka mereka juga layak kita sebut sebagai sebuah keluarga :) 

Postingan kali ini memang tidak seperti apa yang saya tulis biasanya. karena postingan ini juga saya tulis untuk sedikit memperingati hari kelahiran saya 23 tahun lalu. meskipun jauh dari orang tua di hari yang spesial ini, bukan berarti kasih sayang mereka jauh dari kita juga bukan? :) 

Kamis, 15 Agustus 2013

Syarat Hidup yang Mengalir


Beberapa waktu lalu, saya sempat bertemu dan berbincang  dengan rekan saya satu angkatan di bangku universitas. Mahasiswa tingkat akhir seperti saya ketika bertemu dengan kawan seangkatan biasanya membahas tentang masa depan mulai dari apa yang ingin dilakukan pasca lulus, ingin bekerja dimana nanti hingga harapan untuk berkeluarga nantinya. saya sendiri ketika lulus nanti ingin bekerja selama beberapa tahun terlebih dahulu untuk kemudian menabung untuk melanjutkan studi lagi di jenjang S2. Rasa penasaran saya yang cukup mendalam membuat saya kemudian bertanya kepada kawan yang saya temui itu. “apa sih rencanamu habis lulus nanti?”  tanya saya. Kawan saya ini kemudian terdiam beberapa saat dan terlihat berpikir sebelum kemudian dia memberikan jawabannya kepada diri saya. “apa ya? Belum tau juga aku. Mengalir aja seperti air lah” Jawabnya dengan santai.  Mendengar jawaban ini memang rasanya tidak asing bagi diri saya karena saya yakin ada beberapa orang lain disekitar kita yang cenderung menyatakan demikian ketika dia diberi pertanyaan yang sama mengenai masa depannya. Namun perjumpaan saya dengan seseorang sekitar 2 bulan lalu yang membuat saya kemudian tidak sepakat dengan pendapat kawan saya tadi
Tepat 2 bulan lalu, aktivitas saya memang tergolong cukup padat karena di waktu itu ada beberapa project yang mengharuskan saya pergi ke beberapa wilayah di timur pulau jawa untuk melakukan penelitian sosial dan bertemu dengan beberapa orang. Dikala kesibukan saya bertemu dari satu orang ke orang lainnya itulah saya pada akhirnya bertemu dengan seseorang yang kemudian mengajak saya berbincang sejenak untuk berpikir lebih dalam mengenai apa yang selama ini masyarakat pahami. konteks perbincangannya tidak lain adalah mengenai hidup yang mengalir.
Hidup itu mengalir seakan sudah menjadi pemahaman yang lumrah di kalangan masyarakat. tidak hanya masyarakat desa, namun masyarakat kota pun beberapa ada yang memiliki pemahaman seperti ini. Di beberapa kesempatan perbincangan dengan masyarakat desa, menyiratkan bahwa bagi mereka,hidup itu mengalir saja. selama mereka bisa makan dan hidup maka itu sudah cukup bagi diri mereka dan mereka sudah tidak menginginkan hal lainnya lagi karena tinggal menjalani apa yang ada di depan mereka saja nantinya.
Begitu pula di masyarakat kota yang tanpa sadar juga memiliki mindset seperti ini. hal yang sering saya temui adalah bahwa beberapa rekan saya sendiri yang juga sebagai pemuda dan mahasiswa menerapkan pola “hidup itu mengalir” dalam kesehariannya. hasilnya sudah bisa ditebak yaitu dia tidak akan tau ke depannya ingin jadi apa dan apa yang akan dilakukannya ke depan. yang bisa dia lakukan hanya menjalani apa yang ada di depannya saja. Tidak ada yang salah memang apabila kita memaknai bahwa sebuah kehidupan itu mengalir saja,namun alangkah lebih baiknya apabila kita mencoba menelaah lebih dalam mengenai makna dari kata "hidup itu mengalir" beserta dampak positif dan negatifnya pemahaman itu bagi diri kita
Hidup itu mengalir seakan membawa kita pada sebuah mindset yang mengarahkan diri kita untuk pasrah saja atas apa yang ada di depan kita. sama ibaratnya dengan sebuah air yang mengalir dan hanya mengikuti arus dan arah yang sudah ada saja, karena ya tentu saja air tidak bisa memilih kemana dia akan mengalir.  Nah,pemahaman berbeda yang saya dapatkan dari seseorang yang saya temui tadi adalah "hidup itu boleh mengalir,asalkan kita membuat paritnya juga". statement ini membuat saya cukup terpana sesaat dan selanjutnya yang saya lakukan adalah menyepakati statemen tersebut.  :)
Benar sekali bahwa hidup itu memang mengalir, tapi yang harus kita ingat adalah kita juga harus membuat paritnya atau yang saya tangkap maknanya adalah kita juga harus merancang kemana arah kita ke depannya. Hal ini penting agar kita tidak asal menjalani apa saja yang ada di depan kita,melainkan kita mencoba merancang sendiri apa yang akan kita jalani nanti di masa depan.

Pada dasarnya manusia memang diharuskan untuk membuat rencana agar kehidupannya lebih terarah meskipun hasil akhirnya bukanlah manusia itu sendiri yang akan menentukan melainkan Tuhan. Namun setidaknya apabila manusia itu telah berusaha menata kehidupannya di masa depan tentu saja itu lebih baik ketimbang mereka yang hanya menjalani apa yang ada di depan mereka saat ini tanpa mencoba merencanakan kehidupan mereka di masa depan.